Makna Pengorbanan Seperti Nabi Ibrahim, H. Ateng Sutisna Persembahkan Domba Garut: Kebanggaan Daerah, Bakti untuk Negeri
MAJALENGKA, 26 Mei 2026 – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu (27/05), suasana penuh kekeluargaan dan nilai keimanannya menyelimuti dalam unggahannya H.Ateng sutisna. Acara penyerahan hewan kurban yang digelar di Rumah Aspirasi sekaligus Padepokan Budidaya dan Pengembangan Domba Tangkas Garut “Condrawisesa”, Kabupaten Majalengka. Pada kesempatan ini, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat IX, H. Ateng Sutisna, secara resmi menyerahkan domba pilihan jenis Garut kepada jajaran pimpinan Dewan Pimpinan Pusat PKS serta para pimpinan Fraksi PKS di MPR dan DPR RI.
Penyerahan diserahkan secara langsung kepada perwakilan pengurus DPP PKS, Ahmad Sahil, disaksikan oleh pengurus daerah, para pembina, dan pengelola peternakan di lingkungan padepokan. Hewan-hewan yang dipilih memiliki kualitas terbaik dan bahkan diberi nama unik yang diambil dari tokoh ternama, antara lain bernama "Panca Sona" dan "Che Guevara", menandakan bahwa persembahan ini dipersiapkan dengan hati-hati, penuh perhatian dan keistimewaan.
Dalam pesan yang disampaikan dan dibagikan secara luas, H. Ateng Sutisna mengaitkan momen kurban ini dengan kisah agung Nabi Ibrahim AS, sebagai cerminan perjalanan hidup setiap manusia.
"Setiap dari kita adalah Nabi Ibrahim. Pada titik tertentu dalam hidup, kita akan diuji untuk mengikhlaskan sesuatu yang sangat kita cintai dan kita banggakan Ujian itu berat, bahkan terasa mustahil dilakukan. Namun ketika iman berbicara, ketika keyakinan kepada janji Allah menjadi kekuatan, maka pengorbanan itu berubah menjadi kemenangan besar." tegas beliau, mengingatkan kembali hakikat ibadah kurban yang sesungguhnya.
Lebih jauh dijelaskan, bahwa apa yang diserahkan saat ini bukan sekadar hewan ternak biasa. Domba Garut yang dipilih merupakan kekayaan asli tanah Jawa Barat, warisan leluhur yang menjadi kebanggaan masyarakat. Di balik persembahan tersebut tersimpan makna mendalam: rasa syukur atas segala nikmat, cinta dan perhatian terhadap potensi daerah, serta semangat melestarikan kekayaan bangsa.
"Domba-domba pilihan yang kami serahkan ini bukan sekadar hewan kurban. Di dalamnya ada rasa syukur, ada cinta tanah air, ada semangat menjaga warisan leluhur. Domba Garut, kebanggaan Jawa Barat, kekayaan bangsa, kami persembahkan sebagai wujud bakti dan persaudaraan," tambahnya.
Keyakinan mendalam juga disampaikan terkait hasil dari setiap keikhlasan berkorban. Berlandaskan ajaran agama, beliau meyakini bahwa apa pun yang diserahkan dan diikhlaskan semata-mata karena Allah SWT tidak akan pernah hilang atau berkurang, melainkan akan diganti dan dilipatgandakan nilainya menjadi kebaikan yang jauh lebih besar dan berkah, baik untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat luas, hingga bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.
"Seperti Nabi Ibrahim yang mendapatkan ganti yang jauh lebih baik dan berkah tak terkira, kami yakin segala apa yang kita berikan dan ikhlaskan karena Allah, tidak akan pernah hilang, melainkan berlipat ganda manfaatnya, baik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, maupun bangsa."
Kegiatan ini sekaligus meneguhkan komitmen untuk terus mendorong potensi ekonomi masyarakat melalui pengembangan peternakan lokal, membuktikan bahwa ibadah dan pengabdian dapat berjalan beriringan untuk kesejahteraan bersama. Menutup pesannya, H. Ateng Sutisna menyampaikan ucapan selamat hari raya serta doa terbaik bagi seluruh masyarakat.
"Selamat menyambut Idul Adha 1447 Hijriah. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mampu mengartikan pengorbanan, menebar kebaikan, dan meraih kemenangan sejati."
Acara berakhir dengan suasana hangat, doa bersama, dan harapan agar semangat berbagi, menjaga persatuan, dan melestarikan kekayaan daerah terus tumbuh dan dijaga erat oleh seluruh elemen masyarakat.
( Tim red )
