-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Tag Terpopuler

LSM NUANSA" BERSUARA LANTANG PUPR KEMANA ? TEMBOK AMBRUK, UANG RAKYAT RUNTUH, PENGAWASAN CUMA JADI PAJANGAN....?

6/04/26 | 6/04/2026 WIB Last Updated 2026-06-04T05:25:25Z

 LSM NUANSA" BERSUARA LANTANG PUPR KEMANA ? TEMBOK AMBRUK, UANG RAKYAT RUNTUH, PENGAWASAN CUMA JADI PAJANGAN....? 


Subang 

Baru seumur jagung dibangun, tembok pagar lapang sepak bola dan TPT Cigore di Desa Tenjolaya, Kecamatan Kasomalang, sudah ambruk duluan. Ambruk bukan karena gempa, bukan karena tsunami. Ambruk karena diduga kuat pengawasan PUPR Subang lemah, kerjanya asal jadi, dan kontraktornya lebih sengetot ke untung daripada mutu.


 PROYEK BARU, KONDISI SUDAH ALMARHUM "

Uang yang dipakai itu uang rakyat.ratusan juta rupiah digelontorkan untuk infrastruktur desa. Hasilnya? Tembok penyokong Tembok penyangga tanah  ( TPT) ) kp Cigore rw 05 desa Tenjolaya dan pagar lapang roboh seperti kerupuk kena air. Ini bukan musibah. Ini aib. Aibnya perencanaan, aibnya pelaksanaan, aibnya pengawasan. 


Kalau baru 10 bulan sudah ambruk, berarti sejak awal ada yang tidak beres: campuran semen kurang,  atau volume dikurangi. Yang lebih parah: PUPR sebagai pengawas teknis ke mana ? Apa cuma datang saat PHO sambil tanda tangan lalu pulang  ? 

PENGAWASAN PUPR: ADA TAPI TIADA..? 

Setiap proyek fisik, PUPR punya kewajiban melekat: mulai dari review DED, pengawasan harian, sampai kontrol mutu. Faktanya di desa Tenjolaya, kecamatan Kasomalang kabupaten Subang 

tembok bisa ambruk artinya rantai pengawasan putus total. 


Diduga kuat:  Pengawas lapangan jarang turun. Kalaupun turun, cuma foto-foto.  

Tidak ada uji lab material.  

Kontraktor di duga “main mata” karena merasa aman. Wong pengawasnya tidak galak..? 


Ini pola lama:   di duga jadi ajang bancakan  ?.Karena yang ngawasin tutup mata, yang ngerjain jadi gelap mata.


TUNTUTAN LSM NUANSA: JANGAN CUMA KUNJUNGAN SEREMONIAL DAN BERHENTI PADA SANGSI ADMINISTRASI. HARUS DI PROSES HUKUM. 

LSM Nuansa Kab. Subang menyatakan sikap:

Menyikapi pembangunan TPT kp Digore  dan tembok lapangsepak bola Di Desa  Tenjolaya  kami berpendapat,  kualitas yang terkesan asal-asalan itu dikarenakan kelemahan dari pengawasan, pihak, dinas, PUPR. Jadi Adukan. tidak sesuai kualitas beton, juga asal-asalan,


Masih kata LSM Nurani anak bangsa  ( NUANSA)  Mamay Kusmayadi,selain lemahnya pengawasan dari dinas terkait, kami menemukan  di lapangan ada dugaan kuat  ada niat jahat ( men's rea) dari pihak Pimpinan proyek (  pimpro  )  terbukti  temuan di  dua lokasi runtuhya tembok di dapat puing yang runtuh ketika di remas pake tangan ancur.  

LSM NUANSA  Mamay  Kusmayadi Meminta untuk 

Audit Investigatif Total  Inspektorat dan BPK turun. Bongkar RAB, bongkar CCO, bongkar laporan harian pengawas PUPR. Siapa yang teken, siapa yang harus tanggung jawab.  

Blacklist Kontraktor & Konsultan Pengawas. Kalau terbukti kerja asal-asalan, cabut izin. Jangan kasih proyek lagi. Subang bukan tempat latihan tukang abal-abal.  

Tndak tegas oknum Pengawas PUPR yang Lalai...


Pengawasan lemah  sama dengan pembiaran korupsi. Pejabat yang makan gaji tapi tidak kerja, lebih baik mundur...? 

Kontraktor Wajib Bangun Ulang dengan Biaya Sendiri.Tidak ada alasan pakai APBD lagi. Ini murni kelalaian. Rakyat sudah bayar sekali, jangan dipalak dua kali.  


.BUAT PUPR SUBANG: BERHENTI JADI STEMPEL...? 

Kantor PUPR itu bukan tempat istirahat kontraktor. TUPOKSI kalian itu jaga mutu, jaga uang negara. Kalau tembok lapang bola saja tidak kuat kalian jaga, bagaimana mau jaga jalan kabupaten, jaga irigasi, jaga jembatan?  


Jangan sampai warga menilai PUPR cuma ada dua kerjaan: datang saat groundbreaking bawa gunting pita, dan datang saat peresmian bawa senyum. Di tengah-tengahnya Kosong.  ...? 


Untung tembok itu ambruk saat lapang kosong. Coba kalau sedang ada anak-anak main bola? Mau tanggung jawab pakai apa? Pakai materai 10 ribu?  


LSM Nuansa akan kawal kasus ini sampai tuntas. Kami sudah siapkan laporan ke APH  Desa Tenjolaya berhak dapat bangunan yang kuat, bukan bangunan yang umurnya lebih pendek dari jabatan kepala dinas.


Cukup sudah Subang jadi kuburan proyek gagal. Kalau PUPR tidak bisa mengawasi, bubarkan saja bidang pengawasannya. Buang-buang anggaran.


 ( Red )

×
Berita Terbaru Update