Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Tag Terpopuler

​Gudang Limbah Seluas 1 Hektare di Subang Ilegal, Pemkab Desak Penutupan Sementara

2/02/26 | 2/02/2026 WIB Last Updated 2026-02-02T07:42:33Z

 ​Gudang Limbah Seluas 1 Hektare di Subang Ilegal, Pemkab Desak Penutupan Sementara

Subang – Keberadaan gudang penampungan limbah seluas kurang lebih satu hektare di pinggiran jalan provinsi, Jawa Barat, tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, PT Bintang Mas Sawangan (BMS) yang mengoperasikan gudang tersebut terkonfirmasi belum mengantongi izin resmi dari pemerintah setempat.


​Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Subang, Dikdik Solihin, membenarkan temuan tersebut setelah melakukan pengecekan data perizinan.


​"Sudah dicek, memang belum ada izinnya," tegas Dikdik saat dikonfirmasi mengenai legalitas PT BMS.


​Keluhan Warga dan Kerugian Daerah


​Terungkapnya aktivitas ilegal ini bermula dari laporan warga setempat yang merasa resah dengan operasional gudang tersebut. Keberadaan gudang di jalur utama provinsi ini dinilai berisiko jika tidak diawasi melalui prosedur perizinan yang ketat, terutama terkait pengelolaan limbah.


​Selain masalah lingkungan, operasional tanpa izin ini berdampak langsung pada sektor ekonomi daerah. Pemerintah Kabupaten Subang disinyalir mengalami kerugian akibat hilangnya potensi pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi dan pajak perizinan.


​Desakan Penutupan


​Menanggapi hal ini, berbagai pihak mendesak Pemerintah Kabupaten Subang untuk mengambil tindakan tegas. "Pemkab diminta segera berkoordinasi dengan Satpol PP sebagai penegak Perda untuk:

​Menutup sementara seluruh aktivitas operasional di lokasi," Ujar Agus Warga Subang yang mengetahui informasi tidak Ada perijinannya.


Warga meminta untuk ​melakukan penyegelan hingga PT BMS melengkapi seluruh dokumen perizinan yang dipersyaratkan.

​Mengevaluasi dampak lingkungan yang ditimbulkan selama masa operasional ilegal.

 " Redaksi " 

×
Berita Terbaru Update