". PERKUAT PENANGANAN LIMBAH, DLH PURWAKARTA DORONG PENGURANGAN SAMPAH ORGANIK MELALUI PEMBINAAN DAN SINERGI BERSAMA MASYARAKAT -->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Tag Terpopuler

PERKUAT PENANGANAN LIMBAH, DLH PURWAKARTA DORONG PENGURANGAN SAMPAH ORGANIK MELALUI PEMBINAAN DAN SINERGI BERSAMA MASYARAKAT

7/14/26 | 7/14/2026 WIB Last Updated 2026-07-14T00:09:32Z

PERKUAT PENANGANAN LIMBAH, DLH PURWAKARTA DORONG PENGURANGAN SAMPAH ORGANIK MELALUI PEMBINAAN DAN SINERGI BERSAMA MASYARAKAT

 

Purwakarta, [Tanggal Bulan Tahun] – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta terus menunjukkan komitmen nyata dalam pengelolaan persampahan berkelanjutan, khususnya dalam menekan volume sampah organik yang menjadi komponen terbesar timbulan sampah di wilayah ini. Berdasarkan data pemantauan lapangan yang diperoleh Dinas Lingkungan Hidup, sampah jenis organik mencapai kisaran 60% hingga 65% dari keseluruhan timbulan sampah rumah tangga dan komunitas, yang jika tidak dikelola dengan tepat berpotensi menimbulkan pencemaran tanah, sumber air, serta emisi gas rumah kaca akibat proses pembusukan.

 

Menjawab tantangan tersebut, strategi yang dijalankan tidak hanya berfokus pada pengangkutan dan pembuangan akhir, melainkan mengutamakan penanganan sejak dari sumber timbulan. Melalui program pembinaan teknis, pendampingan berkelanjutan, serta kerja sama kemitraan yang erat, DLH Purwakarta melibatkan dan memberdayakan beragam kelompok masyarakat yang telah bergerak aktif di bidang pelestarian lingkungan hidup.

 

Salah satu bentuk kolaborasi yang dikembangkan dan terus ditingkatkan adalah pendampingan terhadap kelompok masyarakat yang menerapkan teknologi pengolahan sampah menggunakan maggot atau larva lalat hitam (Black Soldier Fly). Metode ini terbukti sangat efektif karena mampu mengurai bahan organik dalam waktu singkat, menurunkan berat sampah hingga mencapai sekitar 40–50 persen, serta menghasilkan dua produk bernilai guna sekaligus: yaitu pupuk alami yang kaya unsur hara dan pakan ternak atau pakan ikan berkualitas tinggi.

 

Selain itu, sinergi juga dibangun dengan kelompok pelaku usaha dan masyarakat yang bergerak dalam bidang budidaya perikanan. Dalam pola terpadu yang dikembangkan, hasil pengolahan sampah organik dimanfaatkan langsung sebagai bahan pakan alternatif maupun unsur penyubur pada sistem pertanian dan perikanan, sehingga menciptakan rantai nilai ekonomi yang saling mendukung. Hal ini menjadikan sampah yang tadinya dipandang sebagai beban dan sumber masalah, kini berubah menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi yang menguntungkan bagi masyarakat pengelolanya.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta menyampaikan bahwa pendekatan berbasis kemitraan ini dipilih karena peran serta masyarakat merupakan kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan.

 

"Pengurangan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pihak penyelenggara pemerintahan semata. Diperlukan keterlibatan aktif, pemahaman, dan partisipasi seluruh warga. Melalui pembinaan ini, kami tidak hanya memberikan arahan teknis, tetapi juga menanamkan pemahaman bahwa setiap tindakan kecil pengelolaan sampah di lingkungan masing‑masing merupakan sumbangan besar demi terjaganya kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan Kabupaten Purwakarta," ujar beliau.

 

Hingga saat ini, jumlah kelompok masyarakat yang telah dibina dan berjalan aktif mencapai lebih dari 25 kelompok yang tersebar di berbagai wilayah kecamatan, dengan kapasitas pengolahan rata‑rata mampu menangani puluhan meter kubik sampah organik setiap bulannya. Keberhasilan tahap awal ini menjadi dasar pengembangan lebih luas, dengan sasaran utama menurunkan jumlah sampah yang harus ditampung di Tempat Pembuangan Akhir hingga mencapai angka yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan, sejalan dengan sasaran target nasional pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan sampah hingga 100 persen pada tahun 2030.

 

Melalui langkah‑langkah sistematis dan terpadu ini, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta bertekad mewujudkan tatanan lingkungan hidup yang bersih, sehat, tertib, indah, dan berkelanjutan, sebagai wujud nyata pelayanan publik demi kesejahteraan dan kebahagiaan seluruh masyarakat Purwakarta 

  ( Tim red )

×
Berita Terbaru Update